
CCTV kemacetan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (KOMPAS.COM/Dok. Pemkab Banyuwangi )
BANYUWANGI, KOMPAS.com – Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, telah berlangsung selama delapan hari. Pada Rabu (2/9/2026), antrean kendaraan yang didominasi truk besar mengular hingga tiga kilometer.
Kanit Turjakwali Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Rudy Wicaksono mengatakan, kendaraan dalam antrean bergerak sangat lambat. Dalam kondisi tertentu, kendaraan hanya bergeser beberapa meter dalam waktu lebih dari 30 menit.
“(Bergeser) 50 meter bisa lebih dari setengah jam,” kata Rudi, Rabu.
Panjangnya antrean dan lambatnya pergerakan kendaraan membuat kondisi tersebut menguras tenaga sopir maupun petugas yang mengatur lalu lintas.
Sebagian sopir bahkan memilih tidur di dalam kendaraan sambil menunggu antrean kembali bergerak.
Untuk menjaga arus kendaraan tetap berjalan, petugas menerapkan sistem buka-tutup. Sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB, kendaraan kecil yang memungkinkan langsung masuk ke pelabuhan diloloskan di tengah antrean truk.
Baca juga: Mobil Camry Terbakar di Tol MBZ Bekasi, Arus Lalu Lintas Sempat Macet
“Jam 01.00, jam 02.00 pagi meloloskan kendaraan kecil karena bisa masuk. Mayoritas truk besar (yang antre),” ujarnya.
Petugas juga harus membangunkan sopir yang beristirahat ketika antrean mulai bergerak. “Banyak yang tidur. Kami buka tutup, bangunkan sopir jam 05.00,” katanya.
Meski bergerak sangat lambat, arus kendaraan tidak berhenti total. Kendaraan tetap bergerak secara bertahap dengan diarahkan petugas sesuai jalur masing-masing.
Truk besar diarahkan menggunakan jalur kiri sesuai jalur antrean menuju kantong parkir Dermaga Bulusan. Sementara itu, kendaraan kecil yang dapat langsung masuk ke area pelabuhan diminta mengikuti arahan petugas.
Di sisi lain, petugas mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk menghindari kawasan Ketapang agar kepadatan kendaraan tidak semakin parah. “Kalau tidak ada keperluan urgent hindari wilayah Ketapang supaya tidak makin penuh,” pesannya.
