
Sejumlah penumpang memasuki dermaga MB 1 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id))
ASDP Ketapang, Banyuwangi, telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi liburan sekolah. Melalui sinergi dengan stakeholders terkait, ASDP memastikan angkutan libur sekolah bisa berjalan maksimal. Kendaraan kecil bus dan travel diprediksi mengalami peningkatan khususnya yang menuju ke Bali.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, Arief Eko, mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk layanan libur sekolah. Dari sisi armada, KMP Port Linkl VII sudah bisa beroperasi kembali di lintasan Ketapang-Gilimanuk minggu depan.
“Dari sisi armada lain-lain, dari teman-teman operator juga beberapa kapal yang melakukan perawatan, terutama yang besar-besar juga sudah kembali di lintasan,” jelasnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Tidak hanya itu, menurut Arief Eko, ASDP juga telah melakukan koordinasi dengan stake holders terkait seperti para operator pelayaran, KSOP, BPTD, dan sebagainya. Dengan kesiapan dan dukungan dari berbagai pihak, angkutan libur sekolah bisa berjalan dengan lancar dan aman.
“Untuk angkutan liburan nanti insya Allah kita bisa laksanakan dengan kapasitas yang maksimal,” tegasnya.
Pada libur sekolah nanti, diperkirakan akan ada peningkatan volume kendaraan. Peningkatan diprediksi terjadi pada kendaraan kecil, bus.
“Mungkin yang agak signifikan mungkin di kendaraan bus, karena mungkin ada yang travel dan sebagainya, di luar bus-bus reguler,” katanya.
Peningkatan akan terjadi pada arus penumpang yang menuju ke Bali. Untuk arus penumpang dari Bali menuju ke Jawa, menurutnya, baru akan meningkat pada akhir masa liburan sekolah yang merupakan arus balik liburan.
Untuk arus kendaraan logistik menurutnya kemungkinan relatif sama dengan saat ini. Biasanya arus kendaraan logistik akan meningkat pada saat weekend dan kembali turun di awal pekan.
“Nanti menjelang Kamis, Jumat, Sabtu ini biasanya sudah mulai ini (naik) lagi,” terangnya.
Mengenai kondisi cuaca di selat Bali, sejauh ini tidak ada cuaca buruk. Dia menyebut, cuaca di Selat Bali ini tantangannya ada pada kondisi arus di bawah permukaan air laut.
“Tantangannya itu di bawah airnya, karena ada kondisi arus di selat Bali ini, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, yang dalam jam-jam tertentu terjadi kondisi arus yang harus diwaspadai,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim, mengatakan, seluruh operator kapal sudah mempersiapkan kekuatan armadanya sebagai antisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada liburan sekolah.
“Jadi insya Allah kami lebih siap,” katanya.
Dia berharap pada musim libur sekolah ini tidak terjadi cuaca buruk. Agar arus libur sekolah berjalan aman dan lancar.
Dia menyebut, operator kapal telah menyiapkan 55 kapal untuk penyeberangan lintas selat Bali. Dalam kondisi normal, menurutnya, kapal yang beroperasi sebanyak 28 kapal.
“Kemudian agak padat kita naikkan menjadi 30, bahkan maksimal sampai 32 kapal, menyesuaikan kondisi dermaga,” ujarnya.
