
Ilustrasi kemacetan parah yang didominasi kendaraan angkutan logistik pada jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Banyuwangi, Beritasatu.com – Kemacetan parah kembali terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Antrean kendaraan dari arah Situbondo dan Wongsorejo mengular hingga kawasan Grand Watudodol sampai Desa Bangsring.
Panjang antrean kendaraan tersebut mencapai sekitar 10 hingga 12 kilometer dari kawasan Pelabuhan Ketapang. Mayoritas kendaraan yang terjebak dalam antrean merupakan truk dan kendaraan logistik yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Kendaraan hanya dapat bergerak perlahan akibat tingginya volume kendaraan yang masuk ke jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kepadatan terjadi akibat keterbatasan kapasitas pelayanan dermaga dan penyeberangan.
Sejumlah kapal berukuran besar telah dioperasikan untuk membantu mengurai antrean, tetapi kepadatan kendaraan belum sepenuhnya teratasi. ASDP mengoperasikan sekitar 24 kapal untuk melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Sabtu (19/9/2026).
Selain itu, dua kapal perbantuan, yakni KMP Jatra I dan KMP Potrlink VII, turut dioperasikan untuk membantu mengurangi kepadatan. Namun, tambahan armada tersebut belum sepenuhnya mampu mengurai antrean kendaraan di kedua sisi pelabuhan.
Salah seorang calon pengguna jasa, Susilo, mengatakan kemacetan kali ini terasa lebih parah dibandingkan periode sebelumnya. Menurut dia, antrean kendaraan tidak hanya terjadi di Ketapang, tetapi juga di Gilimanuk.
“Macetnya sangat parah dibanding periode sebelumnya. Tidak hanya di Ketapang, di Gilimanuk juga terjadi antrean,” ujar Susilo.
Menurut Susilo, kemacetan panjang tersebut memberikan dampak besar bagi pengemudi kendaraan logistik. Waktu perjalanan menjadi lebih lama sehingga biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi ikut bertambah.
Ia berharap perbaikan dermaga segera diselesaikan agar kapasitas pelayanan penyeberangan dapat kembali optimal.
“Semoga perbaikan dermaga segera selesai supaya kemacetan seperti ini tidak terjadi lagi. Kasihan para sopir, mereka juga butuh biaya tambahan,” katanya.
Kemacetan juga terjadi di sisi Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Antrean kendaraan menuju pelabuhan terpantau hingga sekitar depan SPBU Gilimanuk. Lokasi tersebut berjarak sekitar 2,5 kilometer dari gerbang masuk Pelabuhan Gilimanuk.
Kendaraan dari arah Negara maupun Singraja harus mengantre sebelum masuk ke kawasan pelabuhan untuk menyeberang menuju Jawa. Panjangnya antrean pada kedua sisi lintasan Ketapang-Gilimanuk menunjukkan tingginya volume kendaraan yang harus dilayani jalur penyeberangan Jawa-Bali tersebut.
Kondisi ini terutama berdampak pada kendaraan logistik yang membutuhkan kepastian waktu perjalanan. Semakin lama kendaraan tertahan dalam antrean, semakin besar biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi dan pelaku distribusi.
