Kemacetan di Ketapang Bakal Picu Kenaikan Harga Barang di Pulau Bali

Kepadatan kantong parkir di Dermaga Bulusan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.(KOMPAS.COM/Dok. ASDP)

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Kemacetan yang berulang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai berdampak pada distribusi logistik menuju Bali.

Menurut Dharmawan, perwakilan Gerakan Sopir Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu dan Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), antrean kendaraan yang berlangsung berhari-hari membuat sopir mengalami kerugian hingga memengaruhi harga barang di Bali.

“Antriannya berhari-hari, begitu lama. Jadi bagaimana ini logistik tidak sampai macet lah gitu. Karena kebutuhan para masyarakat di Bali dan NTB (Nusa Tenggara Barat) ini sangat luar biasa,” kata Dharmawan saat demo di kantor ASDP Ketapang, Kamis (3/9/2026).

Dia menyebut bahwa kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga barang di Bali.

“Inflasi pasar di sana, penjualan barang-barang naik,” ujarnya. Baca juga: 9 Hari Macet di Pelabuhan Ketapang, Para Sopir Geruduk Kantor ASDP

Selain itu, menurut Dharmawan, kemacetan juga sangat berpengaruh pada sopir yang disebutnya mengalami banyak kerugian, misalnya barang-barang kiriman yang busuk dan rusak.

Kerugian sopir tidak hanya berasal dari barang yang rusak. Biaya makan selama menunggu antrean juga meningkat bahkan hingga tiga kali lipat.

“Bisa tiga kali lipat. Kita biasanya makannya cuma Rp 150.000, bisa Rp 450.000,” katanya.

Dharmawan menilai, kondisi tersebut berkaitan dengan operasional kapal yang belum optimal dalam menghadapi tingginya kebutuhan penyeberangan kendaraan logistik.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan bahwa pihaknya bersama BPTD, KSOP, perwakilan pengemudi truk, asosiasi pelayaran, dan stakeholder terkait telah menyepakati sejumlah langkah untuk mengurai antrean.

Kendaraan dengan berat kurang dari 30 ton akan diarahkan menggunakan kapal motor (MV) yang tersedia. Sementara kendaraan dengan muatan lebih dari 30 ton diarahkan menggunakan kapal LCM dan MB IV.

ASDP dan BPTD juga berkomitmen menambah kapal TBB di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk membantu mengurai antrean kendaraan.

Sebelumnya, akses menuju Pelabuhan Ketapang sempat ditutup akibat aksi penyampaian aspirasi pengemudi truk.

Akses kembali dibuka pada pukul 17.15 WIB, setelah dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

“ASDP berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan operasional penyeberangan berjalan lancar serta mengurai antrean kendaraan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jasa,” pungkas Media.