
Pembukaan Musda ke III DPD Aptrindo DKI Jakarta
LOGISTIKNEWS.ID – Armada truk logistik memiliki peran vital dalam memperlancar rantai pasok maupun distribusi barang dari dan ke pelabuhan, termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok.
Karenanya, kolaborasi pengusaha truk yang tergabung di Aptrindo dengan semua stakeholderals di pelabuhan sangat berperan guna menunjang aktivitas logistik yang efektif dan efisien.
Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, Heru Susanto saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke III, DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, yang dilaksanakan pada Selasa (9/9/2025).
“Kami (KSOP) mengapresiasi peran Aptrindo DKI Jakarta yang telah berkolaborasi dengan baik dengan stakholders selama ini dalam menunjang kelancaran arus barang dan logistik di pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Heru.

Syamsu Rosadi
Ketua Pelaksana Musda ke III Aptrindo DKI Jakarta, Syamsu Rosadi dalam sambutannya mengatakan pengusaha truk di Jakarta berkomitmen mendorong dan mewujudkan Jakarta sebagai kota global, sekaligus memajukan usaha trucking di Jakarta.
“Keberhasilan dan kemajuan usaha truk di Jakarta sebagai barometer Aptrindo secara nasional. Kaenanya, mari bersinergi kita (semua anggota) Aptrindo untuk belajar dan tumbuh bersama,” ucap Syamsu.
Dia juga menegaskan, Musda ke III DPD Aptrindo DKI Jakarta merupakan urgensi untuk menjawab tantangan transportasi logistik menuju kota Global.
Pada kesempatan itu, Ujang Harmawan dalam sambutannya yang mewakili Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakaan, Pemprov DKI Jakarta telah mencanangkan program Jakarta Global.
Untuk mewujdukan hal itu, juga diperlukan dukungan dari pengusaha Truk dalam percepatan layanan distribusi logistik agar lebih efisien serta melakukan inovasi layanan logistik yang modern dan ramah lingkungan.


Hadir pada kesempatan Musda ke III DPD Aptrindo itu, EGM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputera, Dirut Terminal Teluk Lamong David P Sirait, Perwakilan dari Kadin DKI Jakarta, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Perwakilan manajemen pengelola Terminal Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok (NPCT-1, JICT, TPK Koja), dan Korlantas Polri.
Selain itu dihadiri asosiasi terkait antara lain; Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim, Ketua Aosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta Capt Suwondo, dan Ketum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) Mustafa Kamal.
Musda ke III DPD Aptrindo DKI Jakarta juga akan memilih Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta periode 2025-2030.
Dominasi Truk Tua
Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan dalam sambutannya mengatakan, bahwa transportasi barang di era globalisasi menuntut efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan serta ramah lingkungan.
“Modernisasi angkutan barang bukan hanya tentang adopsi teknologi mutakhir, tetapi juga menyangkut perubahan paradigma dalam mengelola sistem transportasi secara holistik. memahami dinamika Industri dan inovasi dalam sektor angkutan barang,” ujar Gemilang.

Gemilang Tarigan, Ketum DPP Aptrindo saat memberikan sambutan
Berdasarkan Data Korlantas Polri, per Nov 2024, terdapat 6.402.115 unit Truk dengan rincian berusia lebih dari 15 Tahun sebanyak 2.598.510 unit atau sekitar 41%, dan berusia diatas 10 Tahun 1.547.347 unit (24%).
Sedangkan Truk yang berusia kurang dari 10 thn 937.548 unit (15%) dan yang kurang dari 5 Tahun mencapai 1.318.710 atau 21%.
Adapun data Truk yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok (per Tanggal 8 Sept 2025) mencapai 36.177 unit Truk dengan rincian yang berusia lebih 20 tahun 5.420 unit (15%), diatas 10 tahun dan kurang dari 20 tahun sebanyak 14.545 unit (40%), berusia diatas 5 tahun dsn kurang dari 10 tahun sebanyak 11.116 unit (31%), sedangkan yang kurang dari 5 tahun sebanyak 5.096 atau sekitar 14%.
Gemilang mengatakan, beerdasarkan data itu, artinya hanya 5% yang memenuhi persyaratan emisi gas buang, sehingga untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta diperlukan Langkah Langkah kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong peremajaan truk dengan truk yang lebih ramah lingkungan kearah truk listrik atau tehnology hybrid produksi dalam negeri.
“Langkah ini sekaligus bisa mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang berasal dari fosil dan dapat mengikuti kecepacatan minimum di jalan tol dan meningkatkan kelaikan kualitas truk,” ujar Gemilang.
Ketum DPP Aptrindo mengatakan, namun produktifitas truk di Pelabuhan saat ini sangat rendah yakni rata rata dibawah 20 rit sebulan, sehingga standard waktu layanan perlu diterapkan di Pelabuhan, Depo dan di pabrik maupun dipergudangan bongkar muat yang dimonitor teknologi digital.[am]
