
Kemacetan kendaraan masih terlihat di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa 29 September 2026. (Beritasatu.com/Sopian Hadi)
Ketapang, Beritasatu.com — Kemacetan panjang masih terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (29/9/2026). Antrean kendaraan dari arah utara bahkan mencapai sekitar 17 kilometer hingga Desa Bangsring, sedangkan dari arah selatan panjang kemacetan mencapai 3 kilometer.
Kondisi tersebut telah berlangsung sejak Sabtu (27/9/2026) dan belum menunjukkan tanda-tanda kembali normal. Kemacetan tidak hanya dialami kendaraan besar dan angkutan logistik yang akan menyeberang menuju Bali, tetapi juga kendaraan pribadi.
Situasi itu membuat aktivitas warga yang tinggal di sekitar jalur menuju Pelabuhan Ketapang ikut terganggu. Bahkan, keresahan warga mendorong mereka mendatangi kantor ASDP Ketapang pada Senin (28/9/2026) sore untuk meminta penjelasan sekaligus solusi atas kemacetan yang terjadi.
Keluhan serupa sebelumnya juga disampaikan para pengemudi yang merasa terdampak panjangnya antrean kendaraan. Warga menilai kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang bukan persoalan baru karena kondisi serupa beberapa kali terjadi sepanjang 2026.
Salah seorang warga Ketapang, Tommy, mengaku terganggu dengan kemacetan yang terjadi hampir setiap hari. Menurut dia, aktivitas masyarakat menjadi sulit karena kepadatan kendaraan berlangsung sejak pagi hingga malam.
“Ya, sangat mengganggu kondisi seperti ini, warga mau beraktivitas susah karena macet. Warga sekitar terutama saya inginnya seperti dahulu tidak sering terjadi kemacetan. Saya tidak tahu ini disebabkan oleh apa, pihak ASDP harus segera mencarikan solusi, masa ASDP tidak punya solusi, karena kondisi seperti ini sudah lama,” kata Tommy.
Warga lainnya, Suhardi, juga berharap janji ASDP untuk mengurai kepadatan kendaraan dapat segera direalisasikan. Ia menyebut kemacetan turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan.
“Ya, saya merasa terganggu dengan kemacetan ini. Kondisi ini sering terjadi pada tahun ini dan ekonomi warga sekitar pelabuhan merasa berkurang juga. Masyarakat pengguna jalan juga resah dengan kondisi ini, terutama yang akan bekerja. Kemarin ASDP berjanji akan segera memperlancar kembali jalur Ketapang dalam dua hari dan semoga terbukti,” ujarnya.
Kemacetan panjang tersebut terjadi di tengah proses pembangunan dan perbaikan dua dermaga, masing-masing di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Selain pembangunan dermaga, proses bongkar muat kapal juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya mengurai antrean kendaraan. General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto pada Senin (28/9/2026) mengatakan waktu bongkar muat akan dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 15 menit untuk setiap kapal.
ASDP juga menyampaikan, pengerjaan dermaga di Pelabuhan Ketapang ditargetkan selesai pada Maret 2027. Sementara perbaikan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Di tengah kemacetan yang masih terjadi, kendaraan truk tronton, trailer, dan angkutan logistik tetap diarahkan petugas kepolisian bersama ASDP menuju kantong parkir di dermaga LCM. Sementara kendaraan pribadi diarahkan langsung ke area parkir utama Pelabuhan Ketapang.
Hingga Selasa (29/9/2026), antrean kendaraan masih terlihat memadati jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang. Warga berharap langkah yang dijanjikan ASDP dapat segera diterapkan agar kemacetan tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jasa penyeberangan.
