
Antrean masuk Pelabuhan Ketapang (Beritasatu.com/Sopian Hadi)
Ketapang, Beritasatu.com – Kemacetan kendaraan logistik masih terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (28/9/2026), setelah ratusan sopir truk melakukan aksi unjuk rasa dan memblokade pintu keluar dermaga landing craft machine (LCM) pada Sabtu (26/9/2026).
Kemacetan terjadi akibat penumpukan kendaraan dan meningkatnya volume truk yang hendak menyeberang. Kondisi tersebut diperparah dengan waktu bongkar muat kapal yang dinilai terlalu lama.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, peningkatan volume kendaraan menjadi salah satu pemicu kemacetan di Pelabuhan Ketapang.
“Karena adanya penumpukan dan bertambahnya volume kendaraan itu yang menjadi pemicu dari kemacetan yang terjadi, kami memohon juga kepada para pengemudi agar bersabar dan ikuti aturan sehingga semua kendaraan bisa masuk dengan lancar,” katanya, Senin (28/9/2026).
Untuk mengurai antrean, ASDP sebelumnya menerapkan sistem buka tutup serta mengumpulkan kendaraan besar di sejumlah kantong parkir. Namun, hingga Senin, kemacetan masih cukup parah. Media mengatakan ASDP akan memperbaiki sistem bongkar muat kapal dengan memangkas durasi yang selama ini mencapai 35 menit menjadi 15 menit.
“Saya rasa yang paling efektif adalah waktu, tadi kita sudah sepakat dari durasi 35 menit waktu pembongkaran menjadi 15 menit, yang ini harus kita terapkan dan ini sudah menjadi kesepakatan kami, sehingga kami nantinya tidak ingin terjadi kemacetan seperti ini lagi,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo turut memberikan masukan kepada ASDP Cabang Ketapang untuk mempercepat proses bongkar muat, baik di Dermaga LCM maupun dermaga moveable bridge (MB).
Menurut Bambang, pemangkasan waktu bongkar muat dari 35 menit menjadi 15 menit dapat meningkatkan kapasitas angkut kapal sehingga antrean kendaraan bisa dikurangi.
“Dengan cara memotong waktu bongkar muat baik di dermaga LCM maupun dermaga moveable bridge (MB), yang tadinya 35 menit dipangkas menjadi 15 menit. Jadi ini sudah menjadi kesepakatan dari para pengusaha kapal, 15 menit waktu yang disepakati, sehingga daya angkut bertambah menjadi 60% dari 50%, ini akan diberlakukan mulai Senin ini,” ujarnya.
Sebelumnya, terjadi penyesuaian muatan kendaraan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi demi keselamatan pelayaran menyusul peringatan angin kencang dari BMKG. Kondisi tersebut turut diperburuk dengan adanya pekerjaan revitalisasi dan perbaikan sejumlah infrastruktur dermaga, termasuk Dermaga MB II Gilimanuk dan Dermaga Ketapang.
Sementara itu, para sopir truk sebelumnya mengeluhkan waktu tunggu yang lama serta aturan di Dermaga LCM yang dinilai berubah-ubah. Salah satu persoalannya adalah kendaraan kecil atau kendaraan pribadi sempat ikut dimuat di dermaga tersebut.
ASDP kini berupaya mempercepat proses bongkar muat untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mengurangi potensi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
