Pemerintah Bakal Uji Coba Bensin Campur Etanol 20 Persen

Bioetanol. Foto: Pertamina

Jakarta – Pemerintah akan menguji coba satu jenis bahan bakar minyak (BBM) baru lagi. BBM baru itu akan menggunakan campuran bioetanol sebesar 20 persen.
Setelah bahan bakar biodiesel B50 (campuran solar dan minyak kelapa sawit 50:50) yang rencananya akan diluncurkan 1 Juli mendatang, Pemerintah akan menguji coba satu jenis bahan bakar alternatif lagi. Bahan bakar yang dimaksud adalah bioetanol dengan campuran etanol 20 persen atau E20.

Rencananya, bahan bakar bioetanol E20 akan diimplementasikan pada 2028 nanti. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memulai pengujian BBM E20.

“Nah saya lagi minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya,” katanya seperti dikutip CNBC Indonesia.

Secara teknis, Eniya yakin teknologi mesin kendaraan saat ini bisa mengkonsumsi bensin dengan campuran etanol sampai 30 persen. Meski begitu, sebelum diterapkan secara massal, bahan bakar nabati itu perlu diuji coba secara terukur agar transisi energi di sektor transportasi ini memberikan manfaat efisiensi yang optimal bagi masyarakat.

“Saya yakin produk-produk mobil yang sekarang itu bisa sampai 30 persen. Itu di jurnal ada. Tapi saya yakin 30 persen itu nggak masalah, cuma tahun berapa yang bisa E10, tahun berapa yang bisa E20, tahun berapa yang bisa sampai E30. Nah itu saya minta kemarin asosiasi untuk ayo kita segera road test,” ujarnya.

(rgr/din)