“Musda Ke-II bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk menyatukan langkah, memperkuat kepemimpinan, dan memastikan APTRINDO Kalbar tetap relevan, solid, dan berdaya saing,” ujarnya.
Pontianak, Kalimantan Barat — Januari 2026
Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk segera melaksanakan konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) Ke-II, sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran APTRINDO menghadapi dinamika sektor transportasi dan logistik yang kian kompleks.
Musda Ke-II APTRINDO Kalbar dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Lantai 2 Hotel Mahkota Pontianak, dan mengusung tema besar “Bersinergi dalam Kebersamaan”. Tema ini menjadi penegasan arah organisasi untuk memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalisme pengusaha angkutan barang, serta membangun kemitraan konstruktif dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Konsolidasi Organisasi Menjawab Tantangan Logistik
Musyawarah Daerah merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi yang memiliki peran krusial dalam mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, merumuskan arah kebijakan organisasi, serta menetapkan langkah-langkah strategis demi memperkokoh posisi APTRINDO sebagai pilar utama sistem logistik nasional.
Ketua Panitia Musda Ke-II APTRINDO Kalbar, Muhammad Andi Bambang Setiabudi, menegaskan bahwa konsolidasi melalui Musda ini menjadi kebutuhan mendesak agar APTRINDO Kalbar mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi, tuntutan keselamatan transportasi, serta persaingan usaha yang semakin ketat.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah

Rangkaian Musda Ke-II APTRINDO Kalbar direncanakan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, baik dari unsur pemerintah pusat maupun daerah. Di antaranya Ketua Umum DPP APTRINDO Drs. Gemilang Tarigan, MBA, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., serta Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.
Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pengusaha truk dan pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi logistik yang aman, tertib, berkeselamatan, dan berkelanjutan.
Dialog Strategis dan Sidang Demokratis
Agenda Musda Ke-II dirancang komprehensif, mulai dari diskusi panel strategis yang membahas kebijakan daerah terkait jam kerja kontainer, KIR, SRUT, hingga Peraturan Wali Kota Pontianak, hingga dialog internal APTRINDO guna menyamakan persepsi antaranggota.
Memasuki sesi inti, Musda akan melaksanakan sidang pleno, laporan pertanggungjawaban pengurus DPD sebelumnya, pembahasan program kerja, serta pemilihan Ketua DPD APTRINDO Provinsi Kalimantan Barat periode 2026–2031 secara demokratis dan transparan.
Proses pemilihan kepemimpinan ini diharapkan melahirkan figur ketua yang mampu menyatukan kepentingan anggota, memperjuangkan aspirasi pengusaha truk, serta menjadi jembatan efektif antara dunia usaha dan pemerintah.
Pelantikan dan Komitmen Masa Depan
Rangkaian Musda akan ditutup dengan pelantikan pengurus DPD APTRINDO Kalbar periode 2026–2031, yang meliputi pembacaan SK DPP APTRINDO, pengucapan janji pengurus, penyematan pin organisasi, penyerahan bendera pataka, serta penandatanganan berita acara pelantikan.
Melalui Musda Ke-II ini, APTRINDO Kalimantan Barat menegaskan tekad untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Dengan semangat “Bersinergi dalam Kebersamaan”, APTRINDO Kalbar optimistis dapat mewujudkan transportasi logistik yang tangguh, efisien, dan berdaya saing, sebagai bagian penting menuju Indonesia Emas.
Fredy Legito
